Husnu Dzhan kepada Allah

Khusnu Dzhan

Khusnu Dzhan

Orang yang berdosa harus berbaik sangka kepada Allah. Karena Allah lebih memahami hakekat keinginannya. Bila doanya tidak juga terkabul, ia harus tetap berbaik sangka kepada Allah. Tidak boleh berburuk sangka dan berpikir yang tidak-tidak, apalagi marah dan berkata keji.
Ketika berdoa, seseorang harus sabar, karena Allah lebih tahu kapan saat yang paling tepat untuk mengabulkan doa hamba-Nya.
Rasulullah saw, bersabda,
“Janganlah sampai seseorang diantara kalian mati, kecuali dalam keadaan berbaik sangka kepada Allah”. (HR. Muslim).
Dalam hadist qudsi Rasulullah saw, bersabda bahwa Allah SWT berfirman,
” Aku menurut prasangka hamba-Ku atas diri-Ku, dan Aku bersamanya ketika dia berdoa kepada Ku”. (HR. Muslim&Tirmidzi).
Berbaik sangka akan memberikan motivasi tersendiri bagi seseorang dalam berdoa, bekerja dan beramal. Inilah yang hendaknya ada pada saat seseorang mengharap doanya dikabulkan, mengharap taubatnya diterima, memohon ampunan atau mengharapkan balasan dari perbuatannya.
Imam Asy-Syaukani ketika mengomentari hadist diatas berkata, “hadist ini mengandung motivasi nagi hamba-Nya agar berbaik sangka kepada Allah, dan bahwasannya Allah akan memperlakukan sesuai dengan prasangkanya itu. Siapa saja yang berbaik sangka, maka Allah akan melimpahkan kebaikan bagi dirinya, menuangkan karunia-Nya dan menaburkan kebaikan serta nikmat-Nya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s